Skip to main content

Responden Survei Edelman nilai informasi pemerintah tak dapat dipercaya

 

Ilustrasi kepercayaan masyarakat. (BRAGANews/HO-The World Economic Forum)



"Data tersebut dikutip dari survei Edelman Trust Barometer pada bagian Siklus Ketidakpercayaan Pemerintah dan Media jika Dilihat Sebagai Sumber Informasi yang Menyesatkan,"


Jakarta (BRAGANews) - Responden survei Edelman menilai informasi dari pemerintah tidak dapat dipercaya.


Hasil survei Lembaga konsultan hubungan masyarakat global Edelman yang dilakukan pada 1-28 November 2022 menunjukkan bahwa sebanyak 46 persen responden meyakini pemerintah merupakan sumber informasi yang tidak dapat dipercaya.


Sementara itu, sebanyak 39 persen responden setuju bahwa pemerintah adalah sumber informasi terpercaya yang dapat dipercaya. 


Data tersebut dikutip dari survei Edelman Trust Barometer pada Kamis, khususnya dalam bagian Siklus Ketidakpercayaan Pemerintah dan Media jika Dilihat Sebagai Sumber Informasi yang Menyesatkan.


Selain pemerintah, data dari Barometer menunjukkan sebanyak 42 persen responden juga menilai media sebagai sumber informasi palsu atau informasi yang menyesatkan. 


Namun, angka tersebut sama dengan jumlah responden yang menjawab bahwa media sebagai sumber yang dapat dipercaya, sehingga angkanya berimbang.


Pada bisnis, sebanyak 30 persen responden menjawab bahwa instansi tersebut merupajan sumber yang tidak dapat dipercaya, sedangkan sebanyak 48 persen menilainya sebagai sumber informasi yang dapat dipercaya.


Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dipilih oleh sebanyak 51 persen responden sebagai sumber informasi yang dapat dipercaya. Angka tersebut lebih tinggi dari responden yang memilih kebalikannya, yaitu sebesar 29 persen.


Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa responden lebih percaya kepada LSM dibandingkan pemerintah. Sedangkan untuk media, responden terbagi sama rata soal percaya dan tidak percayanya mereka sebagai sarana sumber informasi. 


Lembaga Edelman kembali merilis survei Edelman Trust Barometer yang bertemakan “navigating a polarized world” atau menavigasi dunia yang terpolarisasi pada tahun ini.

 

Sebanyak 32 ribu lebih responden dari 28 negara, salah satunya Indonesia, mengikuti survei tersebut. Dua negara, yaitu China dan Thailand, tidak dilibatkan dalam survei karena informasi data yang didapat dianggap sensitif pada kedua negara tersebut.


Pewarta: Nadia Putri Rahmani

Editor: Agatha Olivia Victoria

Situs ini dikelola oleh anggota Kelompok 8 peserta Kursus Dasar Pewarta (SUSDAPE) XX Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA dengan tujuan untuk mengasah kemampuan jurnalistik peserta.

Comments