"Kalau cerita mistis pasti pernah merasakan, tapi saya mengerjakan pekerjaan ini ikhlas, jadi tidak takut sama sekali, kita ini membantu,"
Jakarta (BRAGANews) - Lelaki berusia sekitar 45 tahun itu terus melayani panggilan melalui telepon selulernya, dari jarak sekitar lima meter terdengar apa yang sedang dibicarakan antara lelaki itu dengan seseorang entah dari mana asalnya.
Perbincangannya itu seperti menentukan rute perjalanan yang akan dilalui untuk menjemput pasien ke RSUD Pasar Rebo.
Setelah beberapa saat perbincangannya selesai, tidak berlangsung lama telepon genggamnya berbunyi lagi tanda panggilan masuk dan itu terjadi berulang kali.
Lelaki itu bernama Syaifudin yang berprofesi sebagai pengantar jenazah di RSUD Pasar Rebo. Pekerjaannya itu sudah dijalani selam 18 tahun. Orangnya ramah, ketika ditanya meskipun tidak mengenal, langsung memberikan jawaban yang ia ketahui.
Bahkan ia sempat memberi tahu proses pengantaran jenazah dari RSUD Pasar Rebo, di mana ketika jenazah yang di bawa itu ke luar kota, maka ada beberapa biaya tambahan.
Mobil pengantar jenazah RSUD Pasar Rebo lanjut Syaifudin, hanya melayani ke daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
"Kalau kami hanya mengantarkan jenazah atau pasien yang berada di Jabodetabek. Kalau ke luar kota biasanya ada yang mengurus lagi," kata Syaifudin ketika ditanya proses pemulangan jenazah.
Syaifudin juga sempat memberi tahu isi kamar jenazah di RSUD Pasar Rebo, namun ia tidak mengizinkan untuk mengambil gambar, karena tidak memiliki kewenangan untuk itu.
Ia menunjukkan satu per satu ruangan dan alat yang berada di dalam kamar tersebut, serta menjelaskan kegunaannya, seperti ruangan yang terletak di sebelah kiri, di mana di dalamnya terdapat tempat untuk memandikan jenazah.
Selain itu di dalam ruangan berwarna putih tersebut juga terdapat dua ember besar berwarna kuning, dan biru, di mana masing-masing ember memiliki fungsi sesuai warnanya.
Untuk ember berwarna kuning digunakan petugas sebagai pembuangan sisa kotoran jenazah, sementara ember warna biru digunakan sebagai penampung pakaian yang dikenakan, maupun lainnya.
Selain itu, Syaifudin juga menunjukkan areal pemulasaraan jenazah, di mana di areal itu terdapat tempat untuk petugas mengenakan kain kafan kepada jenazah.
Di depan areal pemulasaraan jenazah, juga terdapat beberapa peti mati yang telah disiapkan, dengan ukuran beragam, selain itu juga ada pendinginan atau "freezer" untuk menyimpan jenazah.
"Tapi saat ini sedang kosong, karena memang tidak ada jenazah yang kami tangani," katanya.
Kerja ikhlas
Setelah menunjukkan beberapa ruangan di kamar jenazah, Syaifudin menceritakan apa yang selama ini ia alami, terutama terkait mistis atau alam ghoib.
Ia mempercayai bahwa alam ghoib itu ada, dan juga sempat merasakan selama bertugas sebagai sopir mobil jenazah di RSUD Pasar Rebo.
Ketika awal masuk sebagai sopir, Syaifudin langsung membawa jenazah korban bunuh diri, di mana saat berada di pertengahan jalan ada sesuatu yang tidak masuk secara akal, dan itu menimpa kepada dirinya.
Selain itu, dirinya juga sempat mendengarkan suara tanpa rupa di kamar jenazah, namun ia mengaku tidak takut, karena pekerjaan yang dijalaninya itu sebagai salah satu ibadah.
"Kalau cerita mistis pasti pernah merasakan, tapi saya mengerjakan pekerjaan ini ikhlas, jadi tidak takut sama sekali, kita ini membantu," katanya sambil mengingat kejadian di luar nalar lainnya.
Syaifudin mengaku bahwa tidak semua orang mau menjalani pekerjaan yang sudah 18 tahun digelutinya, akan tetapi ketika semua dilakukan secara ikhlas, maka akan lebih ringan, dan diharapkan dari pekerjaannya itu menjadi amal ibadah di dunia.
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Agatha Olivia Victoria

Comments
Post a Comment