Skip to main content

Memberikan pelayanan layak kepada yang telah tiada

 
Petugas membawa masuk peti jenazah ke dalam rumah duka Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Senin (07/08/2023). (BRAGANews/Uyu Septiyati Liman).


"Penyediaan fasilitas dan layanan pemulasaran jenazah yang lengkap dan menyeluruh tanpa pandang bulu ini dilakukan demi memberikan pelayanan yang layak kepada yang telah tiada,"


Jakarta (BRAGANews) - Sepuluh menit baru berlalu sejak jarum jam menunjukkan pukul tujuh malam ketika sebuah mobil dengan lampu merah menyala di atasnya terlihat memasuki kawasan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Senin (7/8).


Ruangan yang dituju bukanlah instalasi gawat darurat atau unit perawatan lainnya, namun ruang jenazah.


Mobil tersebut berisi tiga peti jenazah pesanan rumah duka RSCM yang terletak di dalam satu gedung dengan ruang jenazah rumah sakit tersebut. Ternyata, sebelumnya sudah ada beberapa peti lagi yang diantarkan.


"Ada lima jenazah yang masuk ke ruang jenazah hari ini," ujar Rizki, salah satu petugas rumah duka.


Ia menuturkan bahwa kelima jasad tersebut merupakan pasien yang meninggal dalam perawatan di rumah sakit tersebut.


Saat dikonfirmasi mengenai adanya jenazah lain selain kelima jasad tersebut, Rizki mengatakan bahwa ia tidak mengetahui informasi tersebut.


Menurut daftar jenazah yang tercantum pada papan registrasi di bagian administrasi rumah duka RSCM, terdapat delapan jasad yang disimpan di rumah duka tersebut.


Salah satu jenazah tersebut merupakan seorang perempuan tanpa identitas, sementara satu jenazah lain adalah seorang laki-laki dengan identitas yang tidak lengkap dan hanya diketahui aliasnya, yaitu A.


Selebihnya merupakan jasad dengan identitas yang jelas, termasuk nama, umur, jenis kelamin, dan asal jenazah. Salah satunya yaitu seorang pria muda yang ditemukan meninggal di apartemennya, Senin (7/8).


Sebelumnya, saat matahari belum terbenam, beberapa teman dari pria tersebut terlihat mendatangi ruang jenazah RSCM untuk menjemput jasad pria tersebut.


Akan tetapi, mereka harus pulang dengan tangan hampa disertai dengan derai tangis karena belum diizinkan oleh petugas untuk membawa pulang jenazah temannya tersebut.


Fasilitas memadai

Baik ruang jenazah maupun rumah duka Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo sama-sama memiliki fasilitas yang memadai.
Terdapat dua ruang pendingin (freezer), yang dinamai Freezer A dan Freezer B, di dekat pintu masuk rumah duka yang dapat diakses dari gedung pelayanan utama RSCM.


Beberapa instruksi terpampang di pintu freezer, seperti instruksi untuk mengeluarkan jenazah serta pemeliharaan dan perbaikan ruang pendingin. Ada pula lift khusus jenazah di bagian tengah dan ruang transit jenazah di bagian ujung gedung berlantai dua itu.



Ruang transit jenazah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Senin (07/08/2023). (BRAGANews/Uyu Septiyati Liman).

Di dalam ruang transit jenazah berdinding warna putih tersebut, terdapat bagian yang disekat menjadi ruangan yang lebih kecil dan ditutup dengan tirai berwarna hijau.


Di sebelah ruang transit jenazah terdapat satu ruang penyimpanan peti serta tiga ruang duka yang diberi nama mawar, cempaka, dan melati.


Ketiga ruangan kecil tersebut masing-masing berisi satu keranda dan satu meja besi.


Ada lebih dari 10 peti jenazah dalam ruang penyimpanan tersebut dengan berbagai ukuran. Sebagian besar berwarna putih sementara sisanya berwarna cokelat.


Sementara ketiga ruang duka tersebut dihiasi oleh kain berwarna putih di setiap dindingnya.


Terdapat meja berbalut kain putih di dekat pintu masuk ruangan serta beberapa kursi lipat di sudut ruangan.


Selain itu, ada pula ruangan khusus forensik yang letaknya menjorok di suatu lorong kecil di antara lift dan ruang administrasi.


Di berbagai dinding gedung dapat ditemukan himbauan untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) dan selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan.


Tugas mulia

Kondisi ruang jenazah dan rumah duka RSCM yang bersih dan tertata rapi tidak lepas dari peran petugas yang selalu siap sedia mengurus setiap jasad yang diantar ke gedung tersebut.


Kondisi ruang jenazah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Senin (07/08/2023). (BRAGANews/Uyu Septiyati Liman).


Menjadi petugas di sebuah ruangan jenazah dan rumah duka bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan karena butuh keberanian dan ketekunan.

Agus Rudiawan, salah satu petugas pemulasaran jenazah RSCM, menuturkan bahwa pada mulanya ia pun sering merasa tidak nafsu makan karena terbayang kondisi jenazah yang ia urusi.

"Saya paling berat mengurus korban kecelakaan kereta api Karena kondisinya sudah tidak utuh," ujarnya.

Namun, Agus memilih untuk terus menekuni pekerjaan yang telah ia geluti sejak 1997 itu karena pekerjaan ini mengemban tugas mulia untuk memastikan bahwa seseorang yang telah meninggal pun mendapatkan perlakuan yang layak.

Banyak jasad tak beridentitas yang diterima ruang jenazah RSCM sehingga tidak ada keluarga yang akan menjemput dan mengurusnya.

Di sinilah tugas mulia Agus dan rekan-rekannya, memastikan jasad tanpa nama tersebut terpenuhi hak-haknya selayaknya jenazah lain yang diterima oleh RSCM dengan identitas yang lengkap.

Penyediaan fasilitas dan layanan pemulasaran jenazah yang lengkap dan menyeluruh tanpa pandang bulu ini dilakukan demi memberikan pelayanan yang layak kepada yang telah tiada.

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Agatha Olivia Victoria


Situs ini dikelola oleh anggota Kelompok 8 peserta Kursus Dasar Pewarta (SUSDAPE) XX Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA dengan tujuan untuk mengasah kemampuan jurnalistik peserta.

Comments