“Sub-editing bukan hanya sekadar menerjemahkan, tetapi juga menginterpretasi isi berita yang disampaikan,”
Jakarta (BRAGANews) – Koordinator Liputan Redaksi Internasional LKBN ANTARA Yuni Arisandy di Jakarta, Selasa (8/8), mengatakan bahwa sub-editing berita asing ke bahasa Indonesia tidak sekadar menerjemahkan.
“Sub-editing bukan hanya sekadar
menerjemahkan, tetapi juga menginterpretasi isi berita yang disampaikan,” kata
Yuni di hadapan peserta kelas Kursus Dasar Pewarta (SUSDAPE) XX LKBN ANTARA.
Pewarta di Redaksi Internasional LKBN ANTARA,
kata Yuni, harus memahami dan menuliskan kembali berita asing karena suatu
berita memiliki konteks khusus.
Berita asing yang akan diterjemahkan pun tak
sekadar dipilih. Sebagai koordinator liputan, Yuni juga mengatakan bahwa berita
asing yang akan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dipilih berdasarkan tiga
kriteria.
Kriteria pertama adalah perkiraan jumlah
pembaca. Agar bisa mendapatkan banyak pembaca, berita yang dipilih harus
memiliki proximity atau kedekatan.
Yuni mencontohkan berita dari kriteria ini
adalah konflik Palestina-Israel dan konflik Timur Tengah. Rasa simpati warga
Indonesia terhadap rakyat Palestina berpotensi menambah jumlah pembaca di
berita.
Kriteria kedua adalah topik yang sedang banyak
dibicarakan. Contoh dari kriteria ini, kata Yuni, adalah berita tentang perang
di Ukraina, gelombang panas di sejumlah negara, dan kudeta yang terjadi Myanmar
serta Niger.
Kriteria yang terakhir adalah berita yang old
but hot atau berita dengan topik lama, namun masih berlangsung hingga saat
ini. Yuni mencontohkan berita tersebut adalah soal Laut China Selatan, Negara Barat
versus Rusia, dan China versus Amerika Serikat.
Yuni mengatakan seluruh berita yang terpilih
berdasarkan tiga kriteria tersebut akan diterjemahkan melalui cara sub-editing
oleh para sub-editor dan hasil akhirnya akan ditampilkan di laman ANTARA
News.
Selain memberikan materi, Yuni juga mengajak
para peserta SUSDAPE XX untuk mencoba menjadi sub-editor lewat tugas individu
dengan menyunting satu berita panjang dan satu berita pendek.
Tugas yang telah dikerjakan oleh beberapa
peserta diulas dan dibahas langsung secara langsung oleh Yuni dan kemudian diberikan
feedback yang dapat berguna menjadi bekal ilmu bagi peserta untuk di
kemudian hari.
Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor:Khaerul Izan

Comments
Post a Comment