Skip to main content

Korlip ANTARA: Sub-editing berita asing tak sekadar menerjemahkan

Koordinator Liputan Redaksi Internasional LKBN ANTARA Yuni Arisamdy memberikan materi di kelas Kursus Dasar Pewarta (SUSDAPE) XX LKBN ANTARA di Jakarta, Selasa (8/8/2023). BRAGANews/HO/Lembaga Pendidikan ANTARA

“Sub-editing bukan hanya sekadar menerjemahkan, tetapi juga menginterpretasi isi berita yang disampaikan,”

Jakarta (BRAGANews) – Koordinator Liputan Redaksi Internasional LKBN ANTARA Yuni Arisandy di Jakarta, Selasa (8/8), mengatakan bahwa sub-editing berita asing ke bahasa Indonesia tidak sekadar menerjemahkan.


Sub-editing bukan hanya sekadar menerjemahkan, tetapi juga menginterpretasi isi berita yang disampaikan,” kata Yuni di hadapan peserta kelas Kursus Dasar Pewarta (SUSDAPE) XX LKBN ANTARA.


Pewarta di Redaksi Internasional LKBN ANTARA, kata Yuni, harus memahami dan menuliskan kembali berita asing karena suatu berita memiliki konteks khusus.


Berita asing yang akan diterjemahkan pun tak sekadar dipilih. Sebagai koordinator liputan, Yuni juga mengatakan bahwa berita asing yang akan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dipilih berdasarkan tiga kriteria.


Kriteria pertama adalah perkiraan jumlah pembaca. Agar bisa mendapatkan banyak pembaca, berita yang dipilih harus memiliki proximity atau kedekatan.


Yuni mencontohkan berita dari kriteria ini adalah konflik Palestina-Israel dan konflik Timur Tengah. Rasa simpati warga Indonesia terhadap rakyat Palestina berpotensi menambah jumlah pembaca di berita.


Kriteria kedua adalah topik yang sedang banyak dibicarakan. Contoh dari kriteria ini, kata Yuni, adalah berita tentang perang di Ukraina, gelombang panas di sejumlah negara, dan kudeta yang terjadi Myanmar serta Niger.


Kriteria yang terakhir adalah berita yang old but hot atau berita dengan topik lama, namun masih berlangsung hingga saat ini. Yuni mencontohkan berita tersebut adalah soal Laut China Selatan, Negara Barat versus Rusia, dan China versus Amerika Serikat.


Yuni mengatakan seluruh berita yang terpilih berdasarkan tiga kriteria tersebut akan diterjemahkan melalui cara sub-editing oleh para sub-editor dan hasil akhirnya akan ditampilkan di laman ANTARA News.


Selain memberikan materi, Yuni juga mengajak para peserta SUSDAPE XX untuk mencoba menjadi sub-editor lewat tugas individu dengan menyunting satu berita panjang dan satu berita pendek.


Tugas yang telah dikerjakan oleh beberapa peserta diulas dan dibahas langsung secara langsung oleh Yuni dan kemudian diberikan feedback yang dapat berguna menjadi bekal ilmu bagi peserta untuk di kemudian hari.


Pewarta: Nadia Putri Rahmani

Editor:Khaerul Izan

Situs ini dikelola oleh anggota Kelompok 8 peserta Kursus Dasar Pewarta (SUSDAPE) XX Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA dengan tujuan untuk mengasah kemampuan jurnalistik peserta.

Comments