Skip to main content

Redpel ANTARA: Semakin sederhana berita semakin efektif

Redaktur Pelaksana LKBN ANTARA Sapto Heru Purnomojoyo saat memberi materi pada Kursus Dasar Pewarta (Susdape) XX di Jakarta, Selasa (25/7/2023). BRAGANEWS/Khaerul Izan


"Berita yang kita buat harus bisa dimengerti oleh semua kalangan,"


Jakarta (BRAGANews) - Redaktur Pelaksana LKBN ANTARA Sapto Heru Purnomojoyo mengatakan bahwa semakin sederhana berita semakin efektif, sehingga jurnalis tidak perlu bertele-tele dalam membuat suatu tulisan. 

"Yang terpenting berita itu harus efektif," kata Sapto saat memberikan materi kepada peserta Kursus Dasar Pewarta (Susdape) XX di Jakarta, Selasa. 

Sapto mengatakan penulisan berita yang baik, tidak membingungkan pembacanya, untuk itu kalimat yang digunakan juga perlu seefektif mungkin. 

Sapto melanjutkan berita diharapkan dapat mencerahkan dan mudah dimengerti oleh pembacanya, tanpa harus ada penafsiran. 

Apalagi kata Sapto pendidikan pembaca juga sangat beragam, mulai dari yang berpendidikan rendah hingga tinggi, sehingga tata bahasa serta penyajiannya juga harus dimengerti khalayak umum.

"Berita yang kita buat harus bisa dimengerti oleh semua kalangan," ujarnya. 

Selain itu, berita juga harus bisa mengiklankan sebuah judul, karena dengan judul yang menarik kata Sapto, maka pembaca akan semakin penasaran dan ada kemauan untuk membacanya. 

Menurutnya, ketika judul yang digunakan tidak menarik, tentu akan ditinggalkan oleh para pembaca, sehingga perlu adanya keahlian dalam menentukan sebuah judul. 

Sapto menambahkan, berita yang efektif itu tidak lepas dari peranan salah satu tokoh pers internasional Cicero, di mana ia menekankan bahwa semakin sederhana kalimat semakin efektif. "Kalau berita harus Cicero," kata Sapto menegaskan. 

Produk berita ANTARA lanjut Sapto, selain harus efektif juga berpedoman bahasa Indonesia baik dan benar, serta berpegang pada "stylebook" ANTARA, agar berita yang dihasilkan dapat seragam. 

Sapto mengatakan kenapa harus ada bahasa jurnalistik, karena untuk menyederhanakan bahasa, dan di ANTARA juga sudah disepakati bersama penggunaan "stylebook" sebagai panduannya. 

"Pedomani stylebook ANTARA, dan gunakan ketika ingin membuat sebuah berita," katanya.

Pewarta: Khaerul Izan

Editor: Agatha Olivia Victoria


Situs ini dikelola oleh anggota Kelompok 8 peserta Kursus Dasar Pewarta (SUSDAPE) XX Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA dengan tujuan untuk mengasah kemampuan jurnalistik peserta.

Comments