Skip to main content

Akademisi: Media alternatif mulai mengancam media cetak dan TV

Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjajaran Dr Dadang Rahmat Hidayat memberikan materi kepada peserta Kursus Dasar Pewarta (SUSDAPE) XX LKBN ANTARA di Jakarta, Rabu (26/07/2023). (BRAGANews/HO-Lembaga Pendidikan ANTARA)

"Kebiasaan membaca warga daerah akan mempertahankan eksistensi media cetak,"

Jakarta (BRAGANews) - Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjajaran Dr Dadang Rahmat Hidayat mengatakan sarana utama media berupa cetak dan TV mulai bergeser karena terancam eksistensi media alternatif.

"Media alternatif seperti media sosial mulai menggantikan media utama masyarakat," kata Dadang saat memberi materi kepada peserta Kursus Dasar Pewarta (Susdape) XX Lembaga Kantor Berita Negara (LKBN) ANTARA di Jakarta, Rabu.

Seiring perkembangan zaman dan berkembangnya teknologi, kata Dadang, media jurnalis dapat berubah. Kini media sosial mulai banyak digunakan oleh masyarakat untuk mencari berita secara cepat. Media sosial juga menawarkan pilihan bagi pembaca untuk memilih berita sendiri.

Dadang menilai pilihan itu lebih memudahkan pembaca mengetahui berita sesuai minat mereka dibandingkan menyaring sendiri dari berita yang disajikan oleh media massa.

Dadang menyebut TikTok menjadi salah satu media sosial yang banyak digandrungi masyarakat. Kecepatan serta visualisasi berita menjadi alasan mengapa banyak pembaca memanfaatkan aplikasi buatan ByteDance tersebut sebagai sarana untuk menerima berita.

Meski demikian, Dadang menilai media cetak dan TV tidak akan tergantikan karena akan terpengaruh atau menyesuaikan mengikuti zaman.

"Sekarang media cetak dan TV juga memiliki media kekinian, misalnya 'podcast'" ujar Dadang.

Selain mengikuti perkembangan zaman, Dadang yang merupakan mantan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengatakan masih adanya budaya membaca di daerah juga menjadi salah satu faktor tidak akan matinya media cetak.

“Kebiasaan membaca warga daerah akan mempertahankan eksistensi media cetak.” ujar Dadang.

Sebelum menutup kelas, Dadang menyimpulkan bahwa jurnalis harus memutar otak agar bisa tetap mewartakan berita apa pun medianya.

Kelas Kursus Dasar Pewarta (Susdape) XX adalah pelatihan yang diselenggarakan oleh LKBN ANTARA pada 24 Juli 2023 – 21 Januari 2024 dan diikuti oleh sebanyak 40 peserta dari berbagai latar belakang.

Pewarta: Nadia Putri Rahmani

Editor: Khaerul Izan

Situs ini dikelola oleh anggota Kelompok 8 peserta Kursus Dasar Pewarta (SUSDAPE) XX Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA dengan tujuan untuk mengasah kemampuan jurnalistik peserta.

Comments