Skip to main content

Redpel ANTARA: Riset merupakan fondasi sebuah liputan berkedalaman

 

Redaktur Pelaksana Perusahaan Umum Lembaga Kantor Berita Nasional (Perum LKBN) ANTARA Gusti Nur Cahya Aryani saat mengisi materi pada Kursus Dasar Pewarta (SUSDAPE) XX di Jakarta, Jumat (28/07/2023).

"Dalam riset, nantinya fakta dan realitas mungkin sama, namun perspektif dari riset tersebut yang akan membuat perbedaan dalam laporan,"


Jakarta (BRAGANews) - Redaktur Pelaksana Perusahaan Umum Lembaga Kantor Berita Nasional (Perum LKBN) ANTARA Gusti Nur Cahya Aryani mengatakan riset merupakan fondasi sebuah liputan berkedalaman (indepth reporting).

Pasalnya dalam sebuah riset, seorang pewarta akan mengumpulkan, menganalisis, dan menerjemahkan informasi atau data secara sistematis untuk menambah pemahaman terhadap suatu fenomena tertentu yang menarik perhatian.

"Dalam riset, nantinya fakta dan realitas mungkin sama, namun perspektif dari riset tersebut yang akan membuat perbedaan dalam laporan," kata perempuan yang akrab disapa Yeni ini saat mengisi materi pada Kursus Dasar Pewarta (SUSDAPE) XX di Jakarta, Jumat.

Ia menuturkan riset akan memberi jurnalis sebuah konteks dan pemahaman yang lebih dalam tentang apa yang ingin mereka tulis. Langkah ini juga membantu dalam membentuk daftar pertanyaan wawancara dan arahan saat melakukan peliputan.

Adapan terdapat beberapa langkah sebelum melakukan riset, seperti mencari terlebih dahulu berbagai sumber informasi. Sumber daya online merupakan cara termudah untuk memulai dan biasanya akan menampilkan informasi terbaru. 

Namun, sumber riset lainnya yang direkomendasikan yakni buku, foto, video, survei, artikel surat kabar, hingga orang-orang dengan pengalaman langsung yang bisa diwawancarai. Kendati demikian sumber lainnya juga memungkinkan, bergantung pada topik yang dipilih untuk liputan berkedalaman.

Selain itu, Yeni menambahkan bahwa evaluasi dan analisis materi sumber juga merupakan langkah penting lainnya sebelum melakukan riset. Evaluasi yang dibutuhkan yakni terkait relevansi, otoritas, akurasi, dan tujuan sumber. 

Secara umum, kepercayaan bisa diberikan lebih banyak kepada sumber primer (laporan orang pertama, publikasi pertama studi ilmiah, pidato, foto, hingga dokumen sejarah) daripada sumber sekunder (laporan surat kabar maupun buku sejarah). 

Hal tersebut karena peliputan seharusnya didasarkan pada bukti, bukan pada interpretasi orang lain.

Meski begitu, riset bukanlah satu-satunya fondasi penting dalam liputan berkedalaman. Ia mengungkapkan justifikasi, pemilihan narasumber, dan framing juga merupakan hal vital dalam liputan berkedalaman.

"Namun inti dari semuanya sebuah liputan berkedalaman harus mengarah kepada akar jurnalisme, yakni menyampaikan kebenaran dan harus menggambarkan fakta," ujarnya menegaskan.

Pewarta: Agatha Olivia Victoria

Editor: Khaerul Izan

Situs ini dikelola oleh anggota Kelompok 8 peserta Kursus Dasar Pewarta (SUSDAPE) XX Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA dengan tujuan untuk mengasah kemampuan jurnalistik peserta.

Comments