"Verifikasi, verifikasi, verifikasi, jangan pernah menganggap enteng"
Jakarta (BRAGANews) - Jurnalis senior yang juga Direktur Utama LKBN ANTARA periode 2016-2023 Meidyatama Suryodiningrat mengatakan kewajiban seorang wartawan yaitu verifikasi, verifikasi, verifikasi, dan objektifitas, dalam memproduksi karya jurnalistiknya.
"Verifikasi, verifikasi, verifikasi, jangan pernah menganggap enteng," kata mantan petinggi ANTARA yang akrab disapa Dimas di Jakarta, Jumat.
Dimas mengatakan bahwa berita yang dihasilkan oleh para pewarta harus benar-benar memenuhi dua hal yaitu verifikasi dan objektifitas.
Akan tetapi ia lebih menekankan verifikasi sampai tiga kali, hal ini upaya membedakan antara produk berita, dan konten yang dihasilkan oleh masyarakat atau warga.
Untuk itu lanjut Dimas, ketika berita tanpa adanya verifikasi, maka akan sama dengan konten, sehingga wartawan harus benar-benar menjaganya dan diterapkan dalam keseharian sebagai jurnalis.
Ia menilai saat ini, wartawan kurang melakukan verifikasi padahal ini sebagai pilar utama dalam menjalankan sebuah profesi menjadi jurnalis.
"Kelemahan saat ini kurangnya verifikasi, karena semua platform dan distribusi membutuhkan kecepatan, tapi yang terpenting adalah verifikasi. Potensi kesalahan bisa terjadi ketika tidak dilakukan verifikasi," katanya saat memberikan materi kepada peserta Kursus Dasar Pewarta (Susdape) XX.
Pak Dimas sapaan akrabnya juga berpesan agar jurnalis harus terus menjaga objektifitas dalam menjalankan tugasnya setelah melakukan verifikasi, verifikasi dan verifikasi.
Menurutnya objektifitas tidak sama dengan netral, atau independen. Karena manusia itu tidak mungkin bisa netral, hal ini dikarenakan pergaulan maupun lingkungan sekitar.
Dimas mencontohkan seorang pecinta bola, ketika sudah mencintai klub atau timnas nasional maka tidak akan bisa netral, sehingga dalam pembuatan berita masih dimaklumi.
Namun ketika meninggalkan objektifitas tentu membuat berita yang dihasilkan sudah tidak laik lagi disebarluaskan dan didistribusikan kepada pembacanya.
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Agatha Olivia Victoria

Comments
Post a Comment