![]() |
| Warga membaca berita melalui gawai di Jakarta, Kamis (27/07/2023). (BRAGANews/Khaerul Izan) |
"Ketika membuat berita namun tidak ada yang membaca maka akan sia-sia"
Jakarta (BRAGANews) - Redaktur Pelaksana LKBN ANTARA Teguh Priyanto mengatakan berita yang dihasilkan oleh wartawan harus enak dibaca, sehingga menarik para pembaca dan diharapkan dapat mempengaruhi pembacanya.
"Ketika membuat berita namun tidak ada yang membaca maka akan sia-sia," kata Teguh saat memberi materi kepada peserta Kursus Dasar Pewarta (Susdape) XX di Jakarta, Rabu.
Ia mengungkapkan standar sebuah berita harus banyak dibaca merupakan alasan yang paling pragmatis sebagai seorang wartawan. Pasalnya, sebuah erita tidak akan dapat mempengaruhi khalayak ramai ketika pembacanya sedikit.
Maka dari itu dalam menghasilkan sebuah karya jurnalistik, riset yang mendalam penting dilakukan agar informasi yang diberikan tidak hanya sekadar mengikuti arus.
Kendati wartawan harus bisa menghasilkan karya yang menarik pembaca sebanyak-banyaknya, Teguh mengingatkan sebuah berita tetap harus dibarengi dengan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
Dengan pegangan tersebut, karya seorang wartawan bisa dibedakan dengan karya citizen jurnalism (jurnalisme warga), yang tidak mengikuti standar KEJ.
Ketika terdapat masalah pada publikasi jurnalsima warga, pihak yang mempublikasi informasi bisa dijerat dengan pidana, berbeda dengan karya jurnalistik yang memiliki KEJ.
Selain mendatangkan pembaca sebanyak-banyaknya, lanjut dia, berita juga biasanya mengikuti pegangan perusahaan media, mengingat setiap perusahaan pers memiliki standar dalam menghasilkan karya tulisan.
Seperti di Kantor Berita ANTARA, dimana karya-karya yang dibuat oleh Pewarta harus bisa banyak dibaca dan dikutip media lain sebanyak-banyaknya.
"Selain itu dalam pemberitaan harus mengedepankan kepentingan masyarakat terutama tentang keutuhan NKRI dan lain sebagainya," katanya menambahkan.
Di sisi lain, Teguh menyebutkan berita juga bisa dijadikan sebuah pendapatan perusahaan melalui layanan kerja sama komersial, asalkan dalam kerja sama tidak memberikan informasi bohong.
"Kelayakan berita perlu dijaga ketika ingin menjadi berita kerja sama dan itu boleh asalkan tidak bohong," ujar Teguh.
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Agatha Olivia Victoria

Comments
Post a Comment