Skip to main content

Dirkombis membidik pendapatan ANTARA tembus Rp1 triliun pada 2024

Direktur Komersial Pengembangan Bisnis dan Teknologi Informasi (TI) Perum LKBN ANTARA Jaka Sugiyanta Suryo hadir sebagai pembicara di Kursus Dasar Pewarta (SUSDAPE) XX di Jakarta, Senin (31/07/2023). (BRAGANews/Alex A. Wauran)

“Target ini bisa dicapai jika semua pihak bekerja secara solid dan berkolaborasi untuk meningkatkan pendapatan”

Jakarta (BRAGANews) - Direktur Komersial Pengembangan Bisnis dan Teknologi Informasi (TI) Perusahaan Umum Lembaga Kantor Berita Nasional (Perum LKBN) ANTARA Jaka Sugiyanta Suryo membidik pendapatan perusahaan mencapai Rp1 triliun pada tahun 2024.


“Target ini bisa dicapai jika semua pihak bekerja secara solid dan berkolaborasi untuk meningkatkan pendapatan,” ucap Jaka saat menjadi pembicara dalam Kursus Dasar Pewarta (SUSDAPE) XX di Jakarta, Senin.

Dengan demikian porsi pendapatan dari sisi komersial akan semakin ditingkatkan agar ANTARA tidak hanya berpaku pada negara. Untuk diketahui, pendapatan Kantor Berita Nasional ini berasal dari penugasan negara berbentuk Kewajiban Pelayanan Publik (Public Service Obligation/PSO) serta komersial.

Adapun pendapatan PSO berfungsi sebagai bentuk kontribusi ANTARA dalam pemanfaatan operasional, sementara pendapatan  komersial bertujuan untuk mencari keuntungan bagi perusahaan. Namun dalam menjalankan bisnisnya, ANTARA tetap memegang teguh prinsip jurnalistik, nilai-nilai akhlak, dan aturan lainnya. 

Ia menyebutkan berbagai sektor bisnis telah disiapkan untuk meningkatkan pendapatan komersial ANTARA, salah satunya yakni layanan media dan komunikasi seperti Integrated Media and Communication Services (IMCS), Layanan Branda, dan Lembaga Pendidikan ANTARA (LPA). 

Di samping itu, layanan data juga berperan penting, seperti Kerja Sama Operasional (KSO) Bloomberg, KSO Reuters REVINITIF, dan NEW LDIF. ANTARA juga sedang mengembangkan platform penjualan valuta asing bernama ANTARA Electronic Trading Platform (ETP) melalui PT Antara Elektronik Transaksi Pratama untuk mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi.

"Dalam ANTARA ETP ini, kami bekerja sama dengan Bloomberg," ujar dia menambahkan.

Jaka membeberkan, sejak tahun 2018, pendapatan dari sisi komersial terus meningkat melampau pendapatan PSO. Secara perinci, pada tahun 2018 pendapatan komersial tercatat sebanyak Rp184 miliar sedangkan pendapatan PSO mencapai Rp156 miliar.

Kemudian di tahun 2019, pendapatan komersial meningkat menjadi senilai Rp217 miliar sedangkan pendapatan PSO stagnan di angka Rp156 miliar. Pada tahun 2020, pendapatan komersial kembali naik menjadi senilai Rp224 miliar sedangkan pendapatan PSO menurun menjadi Rp156 miliar.

Di tahun 2020, pendapatan komersial melonjak menjadi senilai Rp245 miliar dan pendapatan PSO sebesar Rp166 miliar. Lalu pada tahun 2022, pendapatan komersial tercatat membaik menjadi Rp248 miliar sedangkan pendapatan PSO turun menjadi Rp152 miliar.

Pewarta: Alex A. Wauran

Editor: Agatha Olivia Victoria

Situs ini dikelola oleh anggota Kelompok 8 peserta Kursus Dasar Pewarta (SUSDAPE) XX Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA dengan tujuan untuk mengasah kemampuan jurnalistik peserta.

Comments