Seorang
pedagang menimbang minyak curah di Pasar Rawamangun, Jakarta Timur, pada Rabu
(02/08/2023). (BRAGANews/Uyu Septiyati Liman)
“Sebulan lebih sudah tidak ada,”
Jakarta (BRAGANews) - Sejumlah pedagang di Pasar Rawamangun, Jakarta Timur, mengatakan bahwa produk minyak curah yang disubsidi pemerintah, yang dinamai MinyaKita, telah lama tidak bisa ditemukan di pasaran.
“Sebulan lebih sudah tidak ada,” kata Alim, seorang pemilik toko sembako di Pasar Rawamangun, Rabu.
Alim mengatakan bahwa meskipun pasokan ada, harga minyak goreng subsidi pemerintah itu sudah mencapai Rp14.000 per liter di tingkat distributor.
Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 49 Tahun 2022, pemerintah menetapkan harga tertinggi MinyaKita sebesar Rp14.000 per liter atau Rp15.500 per kilogram di tingkat pengecer.
“Minyak kita sebenarnya masih ada, tapi bukan dari pemerintah langsung, sekarang dikirim dari agen-agen,” kata Alim.
Hal yang sama juga dinyatakan oleh Rasito, pedagang lain yang kiosnya terletak di blok yang berbeda dengan Alim.
“Kalau minyak subsidi yang dari pemerintah itu udah lama gak keluar lagi,” ujarnya.
Rasito menuturkan bahwa sekarang minyak curah eceran di pasaran dijual seharga Rp16.000 per kilogram.
Sementara minyak kemasan eceran nonsubsidi dijual seharga Rp15.000 per liter, katanya.
“Memang sekarang standarnya jadi segitu. Harga minyak eceran jadi Rp15.000 sampai Rp16.000,” ujar Rasito.
Selain minyak goreng, baik Alim maupun Rasito sama-sama menyatakan bahwa telur juga mengalami kenaikan harga.
Alim mengatakan bahwa kini harga telur berkisar Rp32.000 per kilogram.
“Ini harga telur lagi agak tinggi. Biasanya lebih rendah. Bisa Rp30.000 atau lebih rendah lagi,” ujarnya.
Sementara itu, menurut Rasito, hal ini dikarenakan pakan untuk ayam ternaknya juga mahal.
“Makanya, gak bisa lagi jual di bawah Rp30.000,” kata Rasito.
Ia juga menuturkan bahwa mahalnya harga pakan ayam juga berdampak pada mahalnya harga daging ayam.
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Agatha Olivia Victoria

Comments
Post a Comment