"Harga sudah turun, sekarang
per kilogram Rp32 ribu,"
Jakarta (BRAGANews) - Harga telur ayam ras di Pasar Tradisional Karanganyar, Jakarta Pusat (Jakpus) mulai turun dari harga tertinggi Rp38 ribu per kilogram menjadi Rp32 ribu per kilogram atau sudah menurun hingga Rp6.000 per kilogram.
"Harga sudah turun, sekarang per kilogram Rp32 ribu," kata pedagang telur grosir yang berada di Pasar Tradisional Karanganyar Kartono di Jakarta, Rabu.
Menurutnya telur ayam ras memang sempat mengalami kenaikan harga, bahkan pernah tembus hingga Rp38 ribu per kilogram.
Akan tetapi kata Kartono dalam beberapa hari ini, harga mengalami penurunan, mulai dari Rp1.000 per kilogram, dan pada Rabu (2/8) harga telur dijual Rp32 ribu per kilogram.
Ia mengatakan bahwa harga telur ayam ras memang tidak pernah menentu, terkadang naik dan bahkan turun, tergantung dari ketersediaan pasokan di pasar induk.
"Tapi sebelum kenaikan BBM (bahan bakar minyak), harga telur berkisar Rp24-26 ribu per kilogram," tuturnya.
Sementara itu, pedagang telur ayam ras lainnya di Pasar Tradisional Karanganyar, Jakarta Pusat Rahman mengatakan bahwa harga telur saat ini sudah berangsur turun dan kini rerata dijual Rp32 ribu per kilogram.
"Sekarang sudah turun, kalau kemarin saya menjual telur ayam Rp33 ribu per kilogram, tapi kini Rp32 ribu per kilogram. Sedangkan harga tertinggi yang pernah saya jual Rp38 ribu per kilogram," katanya menambahkan.
Sedangkan untuk harga komoditi pangan lainnya seperti gula pasir, minyak goreng, sayuran mulai dari cabai rawit merah, cabai rawit, cabai keriting, bawang merah, dan bawang putih masih stabil.
Seperti dikatakan pedagang sayuran di Pasar Karanganyar, Jakpus Sutrisno mengatakan bahwa harga cabai rawit, bawang dan lainnya sedang stabil, tidak ada kenaikan dan masih bisa dikatakan normal.
Ia menuturkan untuk harga cabai rawit merah saat ini dijual per kilogram Rp40 ribu, bawang merah Rp35 ribu per kilogram, bawang putih Rp45 ribu per kilogram, gula pasir Rp15 ribu per kilogram, dan minyak curah Rp15 ribu per liter.
"Kalau untuk harga komoditi sayuran dan bahan pokok masih stabil, tidak ada kenaikan juga penurunan," katanya.
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan bahwa Pemerintah Pusat telah menyiapkan anggaran Rp8 triliun lebih untuk mengantisipasi kekurangan pangan dampak kekeringan akibat pengaruh El Nino yang diprediksi terjadi pada puncaknya Agustus-September 2023.
"Oleh karena itu, pemerintah mulai Oktober sampai Desember akan mengucurkan Rp8 triliun bantuan kepada masyarakat untuk mengendalikan harga-harga," kata Mendag Zulkifli Hasan.
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Agatha Olivia Victoria

Comments
Post a Comment