“PPLN Tokyo juga menggandeng komunitas dengan berbagai latar belakang, termasuk yang berlatar belakang olahraga, musik, agama, dan kedaerahan,”
Jakarta (BRAGANews) – "Memang tidak banyak, tapi ada beberapa yang menanyakan 'Memang sudah ada yang mencalonkan diri?' atau 'Siapa saja calonnya?'” ujar Krishna Achnaf Herindra saat menceritakan pengalamannya menjadi petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) di Jepang.
Dengan antusias, Kepala Biro Media Sosial Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang tersebut menceritakan kegiatannya saat membantu menyukseskan pemilihan umum (pemilu) serentak 2024.
Krishna, yang kini sedang menikmati liburan musim panasnya di Indonesia, menuturkan bahwa ia menjadi pantarlih untuk Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Tokyo pada masa pencocokan dan penelitian (coklit) sepanjang Februari hingga April lalu.
Selain memperbaiki data calon pemilih, ia juga ditugaskan untuk menginformasikan tahapan pemilu dan mengajak warga negara Indonesia yang belum mendaftar menjadi calon pemilih untuk melakukan registrasi.
Berinteraksi dengan banyak WNI yang telah lama tinggal di Jepang dan tidak mengikuti perkembangan isu di Tanah Air, Krishna menuturkan bahwa sesekali ia menghadapi pertanyaan seputar perkembangan calon peserta pemilu.
Oleh karena itu, ia sebagai pantarlih tidak hanya harus menguasai informasi mengenai tata cara pemilih menggunakan hak pilihnya, namun juga mengenai perkembangan politik nasional.
Diseminasi informasi
Menurut hitung mundur yang terpampang di situs Komisi Pemilihan Umum (KPU), hari besar perayaan pesta demokrasi lima tahunan di Indonesia tersebut tinggal 186 hari lagi.
Berbagai persiapan pun telah dilakukan oleh pemerintah untuk menyambut Pemilu Serentak 2024, baik di dalam maupun di luar negeri, salah satunya Jepang.
Negara yang terkenal dengan bunga sakura ini menjadi rumah kedua bagi 83.169 warga negara Indonesia (WNI), menurut data Imigrasi Jepang per Juni 2022.
Terdapat dua PPLN di Jepang, yaitu PPLN Osaka dan Tokyo. Wilayah kerja PPLN Osaka mencakup 17 prefektur dengan 9.053 calon pemilih, yaitu 5.461 laki-laki dan 3.592 perempuan.
Sementara PPLN Tokyo mengurus pelaksanaan pemilu di 30 prefektur dengan 29.434 calon pemilih, yang terdiri atas 18.334 laki-laki dan 11.100 perempuan.
Jumlah tersebut menjadikan PPLN Tokyo sebagai panitia pemilihan luar negeri dengan total daftar pemilih terbesar ke-12 dari semua PPLN di seluruh dunia.
Menurut PPLN Tokyo, sebanyak 38,3 persen calon pemilih di wilayah kerjanya merupakan Gen Z, atau orang-orang yang lahir sekitar tahun 1997 hingga 2012, sehingga banyak pemilih pemula yang terdaftar dalam DPT tersebut.
Sebagai orang yang belum pernah berpartisipasi, baik sebagai pemilih maupun peserta pemilu, banyak Gen Z yang belum mengetahui tahapan pelaksanaan pemilu maupun menyadari pentingnya pelaksanaan pemilu.
Untuk meningkatkan pengetahuan para pemilih pemula ini serta mendorong seluruh warga negara Indonesia yang tinggal di Jepang untuk menggunakan hak pilihnya, PPLN Tokyo melakukan berbagai upaya diseminasi seputar pemilu 2024.
Ketua PPLN Tokyo Dina Faoziah mengatakan bahwa pihaknya mendapat dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo dalam menyebarkan informasi tersebut.
PPLN Tokyo sering memberikan penjelasan mengenai pemilu pada pelaksanaan salah satu program KBRI Tokyo mengenai budaya dan kuliner Indonesia, yaitu Indonesia-Japan Friendship Day.
Terbaru, PPLN Tokyo hadir pada kegiatan Indonesia-Japan Friendship Day di Kota Kesennuma, Prefektur Miyagi pada 6 Agustus 2023.
Berbagai informasi utama yang disampaikan oleh PPLN Tokyo adalah urgensi pelaksanaan pemilu dan pentingnya partisipasi WNI di Jepang untuk menggunakan hak pilihnya.
Selain itu, PPLN Tokyo juga melayani pertanyaan-pertanyaan para WNI terkait persyaratan dan dokumen yang dibutuhkan untuk mendaftar menjadi calon pemilih serta prosedur coklit.
Gotong royong
Walaupun sudah banyak dari para WNI tersebut yang tinggal di luar negeri dalam waktu yang lama, ternyata mereka tidak melupakan nilai-nilai sosial yang telah mengakar di masyarakat Indonesia, yaitu gotong royong dan kekeluargaan.
Hal ini terlihat dari kerja sama yang dilakukan PPLN Tokyo dalam menyukseskan pelaksanaan pemilu serentak 2024.
Tidak hanya dengan pemerintah, yang diwakili oleh KBRI Tokyo dalam hal ini, PPLN Tokyo juga bekerja sama dengan komunitas-komunitas WNI di seluruh Jepang.
“PPLN Tokyo juga menggandeng komunitas dengan berbagai latar belakang, termasuk yang berlatar belakang olahraga, musik, agama, dan kedaerahan,” ujar Dina.
PPLN Tokyo sering melakukan pendekatan kepada penyelenggara sebuah kegiatan komunitas agar dapat mengikuti acara komunitas tersebut untuk menyebarkan informasi mengenai pemilu.
PPLN Tokyo akan hadir memberikan informasi mengenai pemilu pada acara "Temu Kangen Dulur Karanganyar" pada Minggu (13/07) di Hamamatsu, kota terbesar di Prefektur Shizuoka yang terletak di bagian barat prefektur tersebut.
Sebelumnya, PPLN Tokyo juga mengadakan diseminasi pemilu 2024 pada “Halal bi Halal Keluarga Tohoku” di Miyagi pada 18 Juni 2023.
Dina Faoziah juga mengatakan bahwa PPLN Tokyo juga bekerja sama dengan PPI Jepang dan PPI di setiap universitas untuk meningkatkan pengetahuan WNI di Jepang mengenai pelaksanaan pemilu serentak 2024.
Krishna Achnaf Herindra, yang kini sedang menempuh pendidikan sarjana jurusan hubungan internasional di Tokyo International University (TIU), mengatakan bahwa pihaknya membantu PPLN Tokyo untuk meningkatkan kesadaran pelajar untuk berpartisipasi pada pemilu serentak 2024 melalui media sosial.
Ia menuturkan bahwa PPLN Tokyo juga memanfaatkan aplikasi konferensi video untuk menyebarkan informasi lebih luas ke berbagai PPI tingkat kota.
"Sementara pada momentum perayaan hari-hari besar keagamaan saat banyak warga Indonesia bertemu, PPLN Tokyo menyebarkan informasi pemilu melalui pamflet," ujarnya.
Kerja sama yang dilakukan oleh PPLN Tokyo dengan berbagai komunitas tersebut menunjukkan bahwa menjadi diaspora tidak menghilangkan nilai-nilai gotong royong dan kekeluargaan di antara warga Indonesia.
Hal tersebut juga memperlihatkan antusiasme berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk menyukseskan pesta demokrasi Indonesia di Negeri Sakura.
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Agatha Olivia Victoria


Comments
Post a Comment