Skip to main content

Wartawan senior ANTARA: Manfaatkan semua indra untuk hasilkan karya





Wartawan senior Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Oscar Motuloh memberikan materi pada Kursus Dasar Pewarta (SUSDAPE) XX di Jakarta, Jumat (25/8/2023). BRAGA News/Khaerul Izan


"Tidak bisa langsung seperti membalik telapak tangan," 


Jakarta (BRAGA News) - Empu Ageng Bidang Fotografi Jurnalistik Oscar Motuloh mengatakan wartawan harus memanfaatkan semua indra yang dimiliki untuk menghasilkan karyanya lebih baik dan mengena bagi pembacanya. 


"Kita harus peka dalam membaca tanda-tanda yang ada," kata Empu Ageng Oscar yang juga Fotografer Senior LKBN ANTARA ketika memberi materi kepada peserta Kursus Dasar Pewarta (Susdape) XX di Jakarta, Jumat. 


Oscar mengatakan wartawan harus memiliki kepekaan dalam menjalankan tugasnya. Terutama bisa membaca tanda-tanda di sekelilingnya menggunakan indra yang dimiliki.


Menurutnya ketika wartawan itu peka, maka hasil karyanya dapat dipastikan baik, sehingga apa yang dilihat dirasakan, didengar bisa menjadi satu kesatuan, akan tetapi yang terpenting yaitu dilakukan verifikasi terlebih dahulu, supaya informasi yang didapatkan akurat. 


"Yang membuat kita berbeda itu yang mempunyai daya imajinasi dan memiliki ide, dan bisa dituangkan dalam tulisan," katanya. 


Ia sempat memutarkan iklan dalam bentuk video yang tidak ada percakapan. Video tersebut hanya menggambarkan seorang nara pidana (napi) yang sudah lama di penjara akan bebas. 


Adegan-adegan itu dibuka dengan napi yang sudah berusia lanjut membuka kenangan berupa foto waktu ia masih muda, kemudian adegan dilanjutkan dengan senyuman napi kepada para napi lainnya, dan berlanjut keluar dari kurungan penjara. 


Setelah keluar, napi tersebut melihat sebuah mobil yang sedang terparkir, dan adegan berakhir dengan semua layar hitam, hanya ada suara kaca pecah serta bunyi suara sirene mobil. 


Pada video itu, Oscar sempat meminta tanggapan dari para peserta susdape, di mana beragam jawaban dilontarkan dan rerata menyatakan bahwa napi yang baru keluar itu mau menggadaikan kebebasannya demi sebuah mobil yang ada pada adegan tersebut. 


Selain itu, Oscar juga memberikan contoh video lainnya di mana adegan itu terjadi di sebuah bioskop. Para penonton yang sudah memasuki bioskop disuguhi sebuah video orang sedang menyetir mobil dengan kecepatan cukup tinggi. 


Kemudian setelah beberapa saat, ketika penonton sedang asyik menonton, seorang yang berada di ruang kendali mengirimkan pesan secara bersamaan kepada para penonton. Seketika mereka langsung melihat telepon genggam yang di bawa. 


Saat itu pengemudi mobil menabrak sebuah pohon, seketika semua penonton yang sedang melihat telepon genggam langsung terkejut. Itu menggambarkan bahwa ketika sedang menyetir jangan sampai meleng dan membuka telepon genggam tanpa berhenti terlebih dahulu, karena akibatnya fatal. 


Menurutnya iklan yang diputarkan itu sangat mengena kepada para audiens, meskipun waktu yang ditayangkan hanya 70 dan 90 detik saja. Itu bisa sebagai contoh ketika membuat sebuah karya meski yang ditulis hanya satu atau tiga alinea saja diharapkan dapat mengena. 


Oscar memberi nasihat kepada para calon pewarta supaya bisa menggunakan semua indra yang dimiliki, meskipun itu semua tidak bisa dilakukan secara singkat tapi harus melakukan proses panjang. 


"Tidak bisa langsung seperti membalik telapak tangan," kata Oscar.


Pewarta: Khaerul Izan

Editor: Agatha Olivia Victoria

Situs ini dikelola oleh anggota Kelompok 8 peserta Kursus Dasar Pewarta (SUSDAPE) XX Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA dengan tujuan untuk mengasah kemampuan jurnalistik peserta.

Comments