"Polarisasi tersebut terjadi karena ketidakpercayaan terhadap pemerintah,"
Jakarta (BRAGANews) - Indonesia termasuk satu dari tujuh negara dengan tingkat polarisasi di masyarakat yang rendah, menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh Edelman, sebuah biro konsultasi pemasaran dan hubungan masyarakat asal Amerika Serikat pada November 2022.
Dikutip di Jakarta, Kamis,
polarisasi tersebut terjadi karena ketidakpercayaan terhadap pemerintah,
lemahnya identitas bersama, ketidakadilan yang sistemik, ketakutan sosial,
pesimisme ekonomi dan ketidakpercayaan terhadap media.
Hasil survei berjudul 2023
Edelman Trust Barometer tersebut menunjukkan bahwa tingkat rata-rata
kepercayaan masyarakat berpendapatan tinggi di Indonesia terhadap pemerintah,
institusi bisnis, lembaga swadaya masyarakat dan media tercatat sebesar 82
persen.
Sementara, tingkat rata-rata
kepercayaan masyarakat berpenghasilan rendah terhadap keempat institusi
tersebut hanya mencapai 68 persen.
Namun, ketidakpercayaan
masyarakat terhadap pemerintah lebih rendah daripada institusi bisnis.
Hanya 76 persen warga Indonesia
yang disurvei yang mengatakan bahwa mereka mempercayai pemerintah.
Sementara itu, terdapat 83 persen
orang yang menyatakan bahwa mereka memiliki kepercayaan terhadap institusi
bisnis.
Sehingga, terdapat perbedaan
sebesar tujuh poin persentase antara tingkat kepercayaan masyarakat terhadap
pemerintah dan institusi bisnis.
Hal ini dikarenakan pemerintah
dan media merupakan sumber dari beredarnya informasi yang salah.
Sebanyak 46 persen responden dan
42 persen responden masing-masing mengatakan bahwa pemerintah dan media
merupakan asal dari terciptanya berita palsu.
Survei itu mencatat bahwa
institusi bisnis merupakan satu-satunya lembaga yang dianggap kompeten dan
etis. Skor institusi bisnis tercatat naik dalam tiga tahun berturut-turut.
Namun, para responden beranggapan
bahwa institusi bisnis rentan untuk dipolitisasi.
Jajak pendapat Edelman tersebut
juga mencatat bahwa sebesar 36 persen masyarakat berpendapat bahwa saat ini
perpecahan di Indonesia lebih parah dibandingkan dengan masa lalu.
Sebanyak 64 persen responden dari
Indonesia berpendapat bahwa institusi bisnis dapat menghindari politisasi
dengan membahas masalah sosial yang kontroversial.
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Khaerul Izan

Comments
Post a Comment